Breaking News
A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / Uncategorized / Sampah, Sumber Energi Baru ITS

Sampah, Sumber Energi Baru ITS

Mulai saat ini, sampah yang berserakan tak akan lagi menjadi permasalahan di ITS. Bertepatan dengan pelaksanaan Gugur Gunung ITS jilid 3, sebuah Rumah Kompos dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) resmi didirikan oleh ITS. Kedua program tersebut merupakan bagian dari solusi cerdas untuk mengatasi sampah organik dan non-organik di ITS.

IMG_2522-upload

Pimpinan PLTSa ITS, Dr Bambang Sudarmanta ST MT, mengatakan jumlah sampah yang dihasilkan sivitas akademika ITS cukup tinggi. Dalam sehari saja, petugas kebersihan dapat mengumpulkan dua hingga empat meter kubik sampah organik maupun non-organik. Jumlah sebesar itu tentunya cukup berpotensi besar bila dikelola dengan baik.

Prinsip kerja dari PLTSa sendiri hampir sama dengan PLTU. Bedanya, bahan bakar PLTSa bukanlah batu bara melainkan sampah. ”Uap dari pembakaran sampah kami gunakan untuk menggerakkan turbin yang akhirnya menghasilkan listrik,” terangnya.

Hasilnya cukup memuaskan. Energi listrik sebesar tiga kilowatt (kW) adalah kapasitas yang biasa dihasilkan PLTSa ITS untuk saat ini. Daya ini cukup untuk menerangi sepanjang jalan asrama mahasiswa ITS selama dua jam. “Ada sebelas tiang lampu di asrama mahasiswa dengan kebutuhan daya sebesar 125 watt tiap lampunya,” jelas Bambang.

PLTSa hanya menggunakan sampah non-organik. Sampah jenis organik dialihkan untuk proses composting. Awalnya, sampah organik yang sudah ditimbun dihancurkan menggunakan mesin diesel. Baru kemudian ditimbun kembali sekitar 15 hingga 20 hari.

Untuk mempercepat proses pengomposan, di bawah tempat penimbunan disisipkan pipa paralon sebagai saluran udara yang nantinya akan dialiri oksigen. “Dengan ini, kita juga tidak perlu lagi membolak-balik timbunan kompos,” terang Susi Agustina Wilujeng ST MT, Ketua Pelaksana Rumah Kompos ITS.

Hasil pengomposan sampah organik tersebut digunakan sebagai pupuk. Tanaman di ITS tak lagi menggunakan pupuk buatan dan pestisida. “Jadi, sampah ITS tidak terbuang percuma,” tambahnya.

Sembari beroperasi, Bambang dan timnya masih berencana untuk terus meningkatkan kualitas aplikasi teknologi baru ini. “Rencananya, kami akan melengkapi peralatan yang masih kurang serta memperbaiki pengemasan kompos,” pungkasnya. (*)

Print Friendly

About admin

Check Also

JADWAL LENGKAP MONEV EKSTERNAL PENELITIAN RISET DASAR, TERAPAN, PENINGKATAN KAPASITAS MELALUI DRPM PENDANAAN TAHUN 2017

Terlampir : Jadwal-Monev-Eksternal-Penelitian-Thn-2017 Riset Terapan Jadwal Monev Eksternal Riset Dasar dan Kapasitas   Best free …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *